Kamis, November 13, 2008

Apa sih inteligensi itu?

Kita sering mendengar orang berkata : "wah inteligensi si Joko tinggi sekali loh..." dan masih banyak kalimat-kalimat pujian seperti itu yang bisa kita dengar. Namun tidak sedikit pula ada orang yang menggunakan kata inteligensi untuk merendahkan orang lain, contoh : "wah ternyata si Badu inteligensinya jongkok, payah..." dan sebagainya.
Jadi sebenarnya apa sih arti atau makna dari kata inteligensi tersebut?

Kata "Inteligensi" adalah sinonim dari kata kecerdasan. Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ.

Kecerdasan bisa didefinisikan dengan beberapa cara. Dalam beberapa hal, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan atau kebijaksanaan. Namun beberapa psikolog tidak memasukkan hal tersebut kedalam definisi kecerdasan, dalam mendefinisikan kecerdasan biasanya mereka merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang benar-benar tepat dan memuaskan mengenai definisi kecerdasan.

Stenberg & Slater (1982) mendefinisikan kecerdasan sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif.

L. L. Thurstone membagi spesifikasi kecerdasan antara lain :
  • Pemahaman dan kemampuan verbal
  • Angka & hitungan
  • Kemampuan visual
  • Daya ingat
  • Penalaran
  • Kecepatan perseptual

Skala Wechsler yang umum dipergunakan untuk mendapatkan taraf kecerdasan membagi kecerdasan menjadi dua kelompok besar yaitu kemampuan kecerdasan verbal (VIQ) dan kemampuan kecerdasan tampilan (PIQ).

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan, antara lain:

  • Biologis
  • Lingkungan
  • Budaya
  • Bahasa
  • Masalah etika

Kelemahan dari alat uji kecerdasan (tes IQ) adalah terdapat bias budaya, bahasa dan lingkungan yang mempengaruhinya. Kekecewaan terhadap tes IQ konvensional menimbulkan pengembangan sejumlah teori alternatif, yang semuanya menegaskan bahwa kecerdasan adalah hasil dari sejumlah kemampuan independen yang berkonstribusi secara unik terhadap tampilan manusia. Stephen Jay Gould adalah salah satu tokoh yang mengkritik teori kecerdasan. Dalam bukunya The Mismeasure of Man (Kesalahan Ukur Manusia), ia mengemukakan bahwa kecerdasan sebenarnya tak bisa diukur dan juga mempertanyakan sudut pandang hereditarian atas kecerdasan.
Nah sekarang saatnya kita menggunakan inteligensi atau kecerdasan yang kita punya secara maksimal untuk hal-hal positif.